Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Alat Berat Diterjunkan di Proyek Jalan Yogyakarta-Solo

Alat berat mulai diturunkan di Jl Yogya-Solo, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper untuk pembetonan jalan. (Foto suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

Alat berat mulai diturunkan di Jl Yogya-Solo, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper untuk pembetonan jalan. (Foto suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Proyek jalan di ruas Jl Yogya-Solo di ruas Desa Dlimas, Kecamatan Ceper mulai mengerahkan alat berat. Eskavator mulai mengeruk tanah di tepi jalan meskipun sebagian warga belum membongkar rukonya. Dedi, salah seorang pengguna jalan mengatakan alat berat mulai diterjunkan sehari lalu di sisi barat jalan.

”Lokasi untuk blok beton mulai dikeruk di tepi ruasnya,” ungkapnya, Selasa (18/4).

Pengerukan dengan alat berat itu membuat jalan sedikit tersendat sebab selain alat berat ada tumpukan blok beton saluran di tepi jalan. Badan jalan menyempit akibat digunakan untuk aktivitas alat berat. Di sisi barat tidak ada bangunan milik warga yang terdampak.

Warga di sisi timur jalan, Samsul mengatakan di sisi timur ada sekitar 12 ruko yang terkena dampak. Baik bangunan ruko atau hanya sekadar terasnya. Warga belum membongkar bangunan meski alat berat sudah diterjunkan.

” Informasinya tiga hari sebelum dikerjakan harus dibongkar. Tapi warga belum mau,” katanya.

Menurutnya, di sisi timur jalan rencananya juga akan ada pengerukan sebab akan dibangun selokan air. Teras ruko warga mau tidak mau akan dikeruk dengan alat berat.

Repotnya, ruko sebagian digunakan untuk usaha warung makan dan agen tiket bus. Jika dikeruk maka usahya warga akan macet. Mendekati lebaran, agen tiket akan kerepotan melayani warga. Dia berharap pengerukan dengan alat berat di tepi rumahnya itu dimundurkan.

Usaha Sepi

Warga lain, Markus mengatakan saat sosialisasi di balai desa belum ada sepakat tentang pembongkaran ruko warga. Yang ditakutkan warga, alat berat bisanya mengeruk cukup lebar lebih dari satu meter.

Jika lebar kerukan itu satu meter dan dalamnya satu meter, usaha warga di tepi jalan akan mati. Apalagi proyek itu tentu tidak akan selesai dalam satu atau dua minggu ke depan. Bangunan rukonya kemungkinan akan terkena di bagian teras dan halaman.

Pengawas Lapangan PPK Kartasura – Boyolali – Prambanan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Danang Purwoko mengatakan bangunan warga di Desa Dlimas, Kecamatan Ceper itu masuk dalam area ruang milik jalan (RMJ). Sebab berada di area RMJ yang sudah ada patoknya sejak lama, bangunan harus terkena proyek. Di lokasi akan ada pengecoran jalan dari ruas Solo dan Yogyakarta sekitar 100 meter.

(Achmad Hussain/CN19/SMNetwork)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/alat-berat-diterjunkan-di-proyek-jalan-yogyakarta-solo/