Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Kerusakan dan Kerugian Tertinggi Akibat Bencana Masih Didominasi Gempa Bumi

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kerusakan dan kerugian akibat bencana tertinggi masih didominasi oleh gempa bumi dan diikuti oleh bencana banjir dengan rata-rata kerugian setiap tahun akibat bencana sekitar Rp 30 triliun.

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana tahun 2015 yang disusun oleh BNPB (inarisk.bnpb.go.id), potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, jumlah kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan, berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi, per jenis ancaman bencana adalah sebagai berikut

Lima jenis bencana jiwa terpapar tertinggi adalah Puting Beliung 244 juta jiwa, diikuti dengan kekeringan 228 juta jiwa, dan banjir 100 juta jiwa, lalu gempa bumi 86 juta jiwa, dan bencana tanah longsor 14 juta jiwa. Sedangkan untuk potensi kerugian fisik tertinggi untuk ancaman gempa bumi 467 miliar, dan banjir 176 miliar, tanah longsor 78 miliar.

Seterusnya untuk potensi dampak ekonomi tertinggi adalah kekeringan 192 miliar, diikuti dengan bencana gempa bumi  182 miliar, dan bencana banjir sebesar 140 miliar. Selain itu, untuk potensi dampak lingkungan tertinggi adalah ancaman bencana kekeringan 63 ribu hektar, diikuti oleh bencana kebakaran hutan dan lahan 42 ribu hektare, dan tanah longsor 42 ribu hektare.

Sementara itu menurut hasil penelitian dan survei di Jepang, Great Hansin Earthquake 1995, korban bencana yang dapat selamat dalam durasi “golden times” disebabkan Kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 35 persen, Dukungan anggota keluarga 31,9 persen, Dukungan teman atau tetangga 28,1 persen, Dukungan orang di sekitarnya 2,60 persen, Dukungan Tim SAR 1,70 persen dan lain-lain 0,90 persen.

“Sangatlah jelas bahwa berdasarkan hasil kajian tersebut, maka individu dan masyarakat merupakan kunci utama yang perlu terus ditingkatkan,” ujar Kepala BNPB, H.E Willem Rampangilei.

Atas dasar beberapa kajian dan referensi hasil survei tersebut, BNPB mendorong masyarakat untuk mampu mengelola ancaman dari bencana yang kerap atau berpotensi terjadi di lingkungannya. Masyarakat wajib tahu dan paham apa yang dilakukan saat gempa bumi, kebakaran gedung, tsunami, banjir bandang, tanah longsor atau letusan gunung api terjadi di lokasi mereka berada.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/kerusakan-dan-kerugian-tertinggi-akibat-bencana-masih-didominasi-gempa-bumi/