Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Bea Cukai Gandeng Asperindo

SEMARANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Semarang menggandeng Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah untuk memantau peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal.

Kepala KPPBC Semarang, Iman Prayitno mengatakan, keterlibatan Asperindo Jateng itu untuk memberikan informasi terkait peredaran BKC ilegal itu. ’’Upaya ini dilakukan khususnya di Kota Semarang yang merupakan daerah produksi, distribusi, dan pemasaran BKC ilegal. Sebab, barang dari timur ke barat lewatnya Semarang, begitu juga sebaliknya. Makanya kami juga ingin jalur distribusi ini bisa diputus,” ungkapnya di sela MoU di Kanwil DJBC Jateng- DIY, kemarin.

KPPBC Semarang setelah penandatanganan kerja sama tersebut akan memberikan edukasi terkait peredaran dan pengenalan BKC ilegal. Salah satunya terkait hasil tembakau yang ilegal.

Butuh Kejelian

’’Karena pola-pola yang digunakan untuk mendistribusikan rokok ilegal itu terus berubah, sehingga dibutuhkan kejelian. Jika sebelumnya hanya melalui jalur darat, kemarin, ditemukan rokok ilegal melalui jalur udara. Cara-cara ini harus diketahui oleh masyarakat dan Asperindo,’’tuturnya.

Ketua Asperindo Jawa Tengah, Tony Winarno mengatakan, kerja sama tersebut dilakukan sebagai kesadaran untuk membantu negara dalam memperoleh penerimaan cukai. ”Karena kami tahu, ternyata BKC ilegal yang beredar di ‘underground economy’ nilainya sangat besar. Dan, kami akan memberikan informasi kepada Kantor Bea Cukai jika menemukan yang mencurigakan,” tuturnya.

Selain memberikan pelatihan kepada frontliner, Asperindo juga berencana membangun help desk untuk memberikan kemudahan pelaporan perusahaan jasa pengiriman kepada KPPBC Semarang. ”Kami nanti juga akan membangun help desk sendiri antara custom dan Asperindo, sehingga jadi lebih mudah pelaporannya,” katanya.

Tony menambahkan, jika upaya ini intensif dilakukan pihaknya optimistis BKC ilegal yang beredar dan merugikan negara itu bisa berkurang. Pihaknya memperkirakan bisa menekan sampai 30% dari total kerugian yang selama ini tercatat mencapai Rp 4,8 triliun/tahun. (K3-22)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bea-cukai-gandeng-asperindo/