Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Syiar Islam Melalui Busana Muslim

SM/Fista Novianti  FOTO BERSAMA : Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono berfoto bersama anggota Creative Muslimpreneur Community (CMC) usai audiensi di Menara Suara Merdeka Jalan Pandanaran, Senin (8/5). (63)

SM/Fista Novianti
FOTO BERSAMA : Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono berfoto bersama anggota Creative Muslimpreneur Community (CMC) usai audiensi di Menara Suara Merdeka Jalan Pandanaran, Senin (8/5). (63)

SEMARANG- Sejumlah desainer busana muslim Kota Semarang sepakat untuk membentuk Creative Muslimpreneur Community (CMC). Mereka berkomitmen membantu melakukan syiar Islam melalui busana muslim. Komitmen tersebut diungkapkan Founder dan Ketua CMC, Sofiana bersama anggota lain saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono di Menara Suara Merdeka Jalan Pandanaran, Senin (8/5).

Selama ini mereka telah memiliki brand busana muslim yang sudah dikenal konsumen. Namun, ada pula yang baru memulai bisnis fashion muslim. Antara lain brand busana muslim Sofie, Tiang, Marnity, Nila Purri, Sakhi dan masih banyak lagi. Sofiana menuturkan, saatnya para desainer fashion muslim bergabung dalam sebuah wadah asosiasi usaha. Desainer tidak bisa berdiri sendiri dan menjalankan usahanya.

Mereka membutuhkan wadah untuk saling berkomunikasi, berkonsultasi, saling berbagi pengalaman agar bisnis yang dijalankan bisa berdaya saing tinggi dan semakin eksis.

Bisnis Pemula

”Desainer muslim yang tergabung dalam CMC berkomitmen untuk melakukan syiar Islam melalui produk fashion,” tutur Sofi yang menjalankan bisnis sudah 15 tahun.

Dikatakannya, asosiasi usaha ini kali pertama dibentuk sebulan lalu dengan jumlah anggota masih 12 desainer. Mereka selama ini menghasilkan fashion muslim baik pria, wanita dan anak-anak. Sebagian besar anggota menjalani bisnis pemula (start up). Hasil karya desainer, kata dia, sangat potensial untuk eksis dan berkembang. Namun, mereka belum banyak dikenal.

Melalui wadah CMC diharapkan hasil karya mereka bisa lebih dikenal baik di pasar domestik maupun mancanegara. Sementara itu, Kukrit menyambut baik terbentuknya CMC ini. Mengingat, potensi fashion muslim ke depan masih sangat prospektif.

Ia berpesan, jangan sampai para desainer muslim ini berjalan sendiri-sendiri. ”Market ini harus dikreasikan dengan baik. Bagaimana bisa menciptakan bahwa busana muslim adalah bagian dari gaya hidup. Desainer fashion muslim saling bersatu dan berkreasi bersama. Mana yang nanti dipilih konsumen, adalah mekanisme pasar yang menentukan,” ujarnya. (K14-63)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/syiar-islam-melalui-busana-muslim/