Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Terancam, Terdakwa Lapor Polisi

SEMARANG -Mohammad Ridwan (23) alias Wawan, terdakwa kasus pembunuhan juru parkir Kranggan, Dona Ariyanto (26) merasa pernah dianiaya korban.

Sebelum pembunuhan tersebut, Wawan pernah dipukul Dona, tapi tidak membalas. Selain itu, pernah disabet dengan golok hingga mengenai pelipis matanya. Karena merasa terancam, terdakwa akhirnya melapor ke polisi. ”Klien kami (Mohammad Ridwan) pernah merasa terancam atas perbuatan korban. Pernah juga melapor ke polisi, tapi tidak ditindaklanjuti, kalau laporannya itu ditindaklanjuti sebenarnya tidak akan terjadi seperti itu (pembunuhan),” tandas Noor Hadiarto, kuasa hukum Wawan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin.

Pemriksaan Saksi

Sementara itu, sidang tersebut telah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Dalam perkara ini, Ridwan didakwa jaksa dari Kejari Semarang Sujatmika melakukan perbuatan sebagaimana Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal. Kasus itu terjadi di kawasan Jl Wahid Hasyim, tepatnya di depan Toko Emas Rahayu 4 Kranggan, Semarang Tengah, Sabtu malam, 17 Desember 2016. Dona tewas dengan dua luka tusuk di pinggang. Usai membunuh, Wawan yang bekerja sebagai cleaning service di daerah Semarang Barat itu kabur ke Gemolong, Sragen. Hingga akhirnya, ditangkap petugas Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang, setelah lima hari dalam pengejaran. (J17-22)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/terancam-terdakwa-lapor-polisi/