Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



BPBD Mulai Pantau Wilayah Rawan Krisis Air

foto: istimewa

foto: istimewa

KLATEN, suaramerdeka.com – Daerah-daerah rawan krisis air bersih mulai dipantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Pemkab Klaten, Budi Prasetyo, pemantauan sudah dilakukan di wilayah lereng Gunung Merapi sejak pekan lalu.

”Kami sudah bertemu dengan perangkat desa dan kepala desa untuk mengetahui kondisi keterseidaan air,” jelasnya, Jumat (26/5).

Dikatakannya, hasil pertemuan untuk 13 desa di Kecamatan Kemalang ketersediaan air masih mencukupi untuk beberapa pekan ke depan. Hal yang sama ditemukan di wilayah Kecamatan Jatinom, Tulung dan Manisrenggo.

Air belum menjadi masalah sebab minimal masih aman untuk sebulan ke depan. Namun dengan tidak turunnya hujan sudah sebulan akan berdampak ke pemenuhan air bersih.

Data di BPBD sebanyak 33 desa di Klaten yang terancam krisis air bersih setiap tahun. Tersebar di Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, Tulung, Jatinom, Bayat, dan Cawas. Jumlah penduduk di tujuh kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih saat kemarau total sekitar 80 ribu jiwa.

Kemarau Pendek

Selain pemantauan, lanjut Budi, untuk menghadapi ancaman krisis air, BPBD sudah menyiapkan lima truk tangki droping air yang siap digunakan setiap saat. Dari sisi anggaran sudah dialokasikan di APBD 2017 untuk droping sekitar Rp 100 juta.

Kadus I Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu mengatakan persediaan air bersih masyarakat masih aman. Sebab kondisi beberapa mata air yang memasok ke warga stabil. Terutama dari mata air Bebeng di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. ” Sejak April hujan sudah tidak turun ke

kawasan lereng,” ungkapnya. Di wilayah lereng Gunung Merapi, air dari Bebeng memasok kebutuhan tiga desa. Mulai Desa Balerante, Panggang dan Sidorejo, meskipun belum semua rumah tercukupi.

(Achmad Hussein/CN19/SMNetwork)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/bpbd-mulai-pantau-wilayah-rawan-krisis-air/