Buscador de Noticias Mundial. La mas completa informacion para todos los usuarios en todos los idiomas.



Siswa Baru Diajak Praktik Membuat Kolam Lele

KOLAM LELE: Para siswa baru di SMK 1 Jatiroto, Wonogiri, diajak berpraktik membuat kolam lele, ketika mengikuti proses MPLS di sekolahnya. Ini sekaligus sebagai upaya mengenalkan pembelajaran kewirausahaan kepada siswa. (Foto suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

KOLAM LELE: Para siswa baru di SMK 1 Jatiroto, Wonogiri, diajak berpraktik membuat kolam lele, ketika mengikuti proses MPLS di sekolahnya. Ini sekaligus sebagai upaya mengenalkan pembelajaran kewirausahaan kepada siswa. (Foto suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Bersamaan dengan digelarnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para murid baru diajak praktik pembuatan kolam lele. ”Ini sekaligus sebagai upaya mengenalkan pembelajaran kewirausahaan kepada siswa,” jelas Kepala SMK 1 Jatiroto, Gunarsi.

Kolam lele yang dibuat bersamaan dengan penyelenggaraan MPLS ini, jenisnya kolam nonpermanen, memakai bahan kerangka dari galah bambu dan lembaran terpal palstik. Di sekolah yang terletak 40 Kilometer arah timur Ibukota Wonogiri ini, sebelumnya telah mengembangkan budidaya ikan lele pada kolam permanen.

Sementara itu, para murid baru di SMP 1 Wonogiri yang menjalani MPLS, memperoleh pembekalan tentang wawasan kebangsaan. Kepala SMP 1 Wonogiri, Gino, menyatakan, sekolah menjalin kerjasama dengan Kodim 0728 Wonogiri. Tampil sebagai nara sumber yang memberikan pembekalan Wasbang adalah Pasi Ops Kodim Wonogiri, Kapten Lettu (Arh) Hadi Santosa.

Kepada 142 siswa baru, juga diberikan materi tentang perlunya pemahaman nilai-nilai Pancasila, keberagaman dalam Bhineka Tunggal Ika dan perlunya menjalin kesatuan dan persatuan, demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penerangan Kodim Wonogiri, Letda (Inf) Nurhadi, menambahkan, kepada para murid juga diberikan pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan ponsel secara baik dan bijak. Utamanya ketika mengakses jejaring internet media sosial (medsos), jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang negatif. Sebagai pelajar, hendaknya mengutamakan belajar, agar sukses menjadi generasi penerus bangsa.

Motor Penggerak

Pemberian pembekalan Wasbang, juga dilaksanakan pada gelar MPLS di SMK 2 Wonogiri. Acara ini, dibuka resmi oleh Kepala Sekolah (Kasek) setempat, Suwandi. Pasi Ops Kodim 0728 Wonogiri, Lettu (Arh) Hadi Santosa, mengemas penyampaian materi Wasbang dengan thema ”Pemuda Motor Penggerak Pembangun Bangsa.”

Demi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, tandas Lettu (Arh) Hadi Santosa, konteks kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, tertumpu pada perjuangan para pemuda. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan oleh para generasi muda Indonesia di era Budi Utomo Tahun 1928. Yang waktu itu mendasari perjuangannya dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, guna membentuk karakter suatu bangsa.

Semangat perjuangan Budi Utomo tersebut, harus tetap dilestarikan demi memelihara eksistensi keutuhan NKRI. Utamanya dalam menyikapi kemunculan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, yang mengarah kepada disintegrasi bangsa.

Mewakili Dandim Letkol (Inf) Basuki Sepriadi, Pasi Ops Lettu Hadi Santosa, menegaskan, untuk menjaga keutuhan NKRI dengan dinamika global, menuntut sikap harus membuka diri terhadap segala bentuk perubahan.”Tanpa harus kehilangan identitas dan jati diri bangsa, demi terpeliharanya kelangsungan pembangunan di masa kini dan mendatang,” tegasnya.

Terkait ini, pemuda-pemudi di Tanah Air, dapat berperan ikut mewujudkan negara yang disegani dan dihormati oleh negara lain. Diingatkan, kekayaan alam Indonesia yang melimpah, saat ini kebanyakan berada di tangan negara lain. ”Di sini peran pemuda sangat dibutuhkan, jadilah kalian sebagai generasi penerus bangsa yang bisa dibanggakan,” tegas Pasi Ops Lettu Hadi Santosa.

(Bambang Purnomo/CN19/SMNetwork)

FUENTE:

http://berita.suaramerdeka.com/siswa-baru-diajak-praktik-membuat-kolam-lele/